Research Proposal Draf

Optimalisasi Rantai Pasok Produk Pertanian Segar

Membangun landasan ilmiah yang kuat untuk tema Optimalisasi Rantai Pasok Produk Pertanian Segar. Temukan inspirasi judul, rumusan masalah, dan kerangka pembahasan di bawah ini.

Pilihan Judul Strategis

Analisis Pengaruh Penerapan Teknologi Blockchain terhadap Efisiensi dan Transparansi Rantai Pasok Sayuran Organik di Jawa Barat
Pengembangan Model Rantai Pasok Berbasis Digital untuk Mengurangi Kerusakan (Loss) Produk Hortikultura Pasca Panen di Daerah Sentra Produksi
Best
Evaluasi Kinerja Rantai Pasok Buah-buahan Tropis dengan Pendekatan Lean Supply Chain Management dan Penerapan IoT
Dampak Kolaborasi Antara Petani, Distributor, dan Retailer terhadap Peningkatan Daya Saing Rantai Pasok Beras Premium
Peran Kecerdasan Buatan (AI) dalam Prediksi Permintaan dan Optimalisasi Logistik untuk Produk Pertanian Segar
Deep Analysis Target

Pengembangan Model Rantai Pasok Berbasis Digital untuk Mengurangi Kerusakan (Loss) Produk Hortikultura Pasca Panen di Daerah Sentra Produksi

Latar Belakang Masalah

Produk hortikultura segar, seperti buah-buahan dan sayuran, memiliki karakteristik unik yang menuntut penanganan khusus dalam rantai pasoknya. Sifatnya yang mudah rusak (perishable) dan umur simpan yang pendek menjadikannya rentan terhadap kerugian (loss) di setiap tahapan, mulai dari pasca panen, pengemasan, transportasi, hingga distribusi ke konsumen akhir. Kerusakan ini tidak hanya berdampak pada penurunan kualitas dan kuantitas produk, tetapi juga secara signifikan mengurangi pendapatan petani dan meningkatkan harga bagi konsumen.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasi masalah ini, namun seringkali masih bersifat parsial dan belum terintegrasi. Sistem informasi yang belum terdigitalisasi sepenuhnya, kurangnya koordinasi antar pelaku rantai pasok, serta keterbatasan infrastruktur logistik yang memadai menjadi hambatan utama. Akibatnya, potensi kerugian pasca panen yang mencapai angka signifikan terus menghantui sektor pertanian, menggerogoti efisiensi dan daya saing.

Peningkatan adopsi teknologi digital, seperti platform e-commerce pertanian, sistem pelacakan (tracking) berbasis GPS, dan aplikasi manajemen inventaris, menawarkan solusi potensial untuk menciptakan rantai pasok yang lebih efisien, transparan, dan responsif. Pengembangan model rantai pasok yang terintegrasi secara digital dapat memfasilitasi aliran informasi yang lebih baik, memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat, serta meminimalkan jeda waktu dan penanganan yang berisiko merusak produk.

Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada pengembangan model rantai pasok berbasis digital yang secara spesifik dirancang untuk mengatasi permasalahan kerusakaan produk hortikultura pasca panen di daerah sentra produksi. Model ini diharapkan dapat mengintegrasikan teknologi digital dengan praktik manajemen rantai pasok yang efektif, sehingga mampu meminimalkan kerugian dan meningkatkan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.

Rumusan Masalah

  • ?

    Bagaimana merancang model rantai pasok digital yang efektif untuk meminimalkan kerugian produk hortikultura pasca panen di daerah sentra produksi?

  • ?

    Teknologi digital apa saja yang paling relevan dan efektif untuk diintegrasikan dalam rantai pasok hortikultura guna mengurangi kerusakan?

  • ?

    Bagaimana mengukur dampak penerapan model rantai pasok digital terhadap tingkat kerugian (loss) produk hortikultura?

  • ?

    Apa saja tantangan utama dalam implementasi model rantai pasok digital di kalangan petani dan pelaku usaha hortikultura di daerah sentra produksi?

  • ?

    Bagaimana meningkatkan kolaborasi antar pelaku rantai pasok (petani, pengumpul, distributor, retailer) melalui platform digital untuk efisiensi?

Abstrak Penelitian

Penelitian ini bertujuan mengembangkan model rantai pasok berbasis digital untuk mengurangi kerugian produk hortikultura pasca panen di daerah sentra produksi. Produk hortikultura rentan terhadap kerusakan akibat sifatnya yang mudah rusak dan umur simpan yang pendek, menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan. Model yang diusulkan mengintegrasikan teknologi digital seperti platform e-commerce, sistem pelacakan, dan aplikasi manajemen inventaris untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan responsivitas rantai pasok. Metode penelitian yang digunakan adalah pengembangan model dengan studi kasus di daerah sentra produksi hortikultura. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kerangka kerja praktis bagi pelaku usaha pertanian untuk meminimalkan kerugian pasca panen, meningkatkan pendapatan petani, dan memastikan ketersediaan produk berkualitas bagi konsumen.

Analisa & Panduan Penelitian

Pro Tips

Alasan & Urgensi

Judul ini sangat relevan karena isu kerugian produk pasca panen pada hortikultura segar merupakan masalah krusial yang berdampak langsung pada ketahanan pangan, pendapatan petani, dan stabilitas harga. Pengembangan model berbasis digital menawarkan solusi inovatif yang sesuai dengan tren revolusi industri 4.0, memberikan urgensi penelitian untuk menemukan solusi praktis dan aplikatif di lapangan.

Variabel Penelitian

Variabel Independen: Adopsi teknologi digital (misalnya: platform e-commerce, sistem pelacakan, aplikasi manajemen inventaris, IoT, blockchain), praktik manajemen rantai pasok (misalnya: koordinasi, kolaborasi, lean principles). Variabel Dependen: Tingkat kerugian (loss) produk hortikultura pasca panen, efisiensi rantai pasok (waktu, biaya), pendapatan petani, kualitas produk, kepuasan konsumen.

Rekomendasi Metode

Campuran (Mixed Methods). Pendekatan kuantitatif digunakan untuk mengukur tingkat kerugian sebelum dan sesudah implementasi model, serta menganalisis efisiensi biaya dan waktu. Pendekatan kualitatif (studi kasus, wawancara mendalam, focus group discussion) digunakan untuk memahami tantangan implementasi, persepsi pelaku usaha, serta merancang fitur-fitur model yang sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.

Langkah Pertama

Langkah pertama adalah melakukan studi literatur mendalam mengenai teknologi rantai pasok digital dan praktik manajemen rantai pasok yang relevan. Selanjutnya, identifikasi daerah sentra produksi hortikultura yang memiliki masalah kerugian pasca panen yang signifikan dan lakukan survei awal atau observasi untuk memahami kondisi eksisting serta mengidentifikasi pelaku utama dalam rantai pasok.

Akselerasi Tugas Akhir

Chat AI Mentor Unlimited, Cuma Rp39rb!

Konsultasi karya tulis 24/7 tanpa batas. Dilengkapi referensi valid dan analisis dokumen. Jauh lebih hemat dari jasa konsultasi mana pun!

Belum Menemukan Topik yang Pas?

Generate ide skripsi baru dengan topik spesifik yang Anda inginkan.

Akselerasi Tugas Akhir

Mentor Skripsi AI: Bimbingan Bab per Bab!

Mulai Chat Mentor